PROGRAM PELAYANAN KESEHATAN JIWA MASYARAKAT (KESWAMAS) DI KABUPATEN BOGOR TAHUN 2018

      Gangguan jiwa tidak bisa diremehkan, jumlahnya terus meningkat. Indonesia masih sangat terbatas dalam fasilitas dan pelayanan dimana jumlah tenaga kesehatan masalah kejiwaan ini masih sangat rendah. Perlu kita bedakan antara Kesehatan Jiwa, Orang Dengan Masalah Kejiwaan (ODMK) dan Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).
     ODMK adalah orang yang mempunyai masalah gangguan fisik, mental, sosial, pertumbuhan dan perkembangan, dan/atau kualitas hidup sehingga berisiko untuk mengalami gangguan jiwa.
ODGJ adalah orang yang mengalami gangguan dalam pikiran, perilaku, dan perasaan yang termanifestasi dalam bentuk sekumpulan gejala atau perubahan perilaku yang bermakna, serta dapat menimbulkan penderitaan dan hambatan dalam menjalankan fungsinya sebagai manusia.
      Masalah kesehatan jiwa akan menimbulkan dampak sosial antara lain meningkatnya angka kekerasan di rumah tangga, kriminalitas, bunuh diri, penganiayaan anak, perceraian, kenakalan remaja, penyalahgunaan napsa (narkotika psikotropika dan zat adiktif lainnya ), masalah dalam pekerjaan, masalah di pendidikan dan mengurangi produktivitas secara signifikan. Oleh karena itu masalah kesehatan jiwa perlu ditangani secara serius.
Stigma buruk masih menyelimuti isu kejiwaan di negara kita. Implementasi non diskriminasi pada UU no 18 tahun 2014 masih jauh dari harapan. Masih banyak yang menganggap gangguan jiwa itu masih identik dengan “ gila (psikotik), sementara kelompok gangguan jiwa lain seperti: depresi, cemas, dan gangguan jiwa yang tampil dalam berbagai keluhan fisik masih kurang dikenal. Mereka akan datang ke pelayanan kesehatan primer karena keluhan fisiknya, sementara petugas kesehatan yang belum terlatih sering terfokus hanya pada keluhan fisik dengan melakukan berbagai pemeriksaan dan memberikan obat-obatan untuk mengatasinya, sementara masalah kejiwaannya seringkali terabaikan, pengobatan menjadi tidak efektif.
     Di Indonesia masalah kesehatan jiwa menunjukkan angka yang cukup besar. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 mengungkapkan secara nasional data gangguan mental emosional yang ditunjukkan dengan adanya gejala depresi dan cemas pada penduduk usia 15 tahun atau lebih dialami oleh sebesar 6% penduduk atau 14 juta jiwa. Sementara prevalensi Gangguan Jiwa Berat (Psikosis/ Schizofrenia) dialami oleh 1,7 per mil penduduk atau setara dengan 400.000 jiwa. Proporsi Orang Dengan Gangguaan Jiwa (ODGJ) yang pernah dipasung secara rata-rata angka nasional adalah 14,3%, dimana 10,7%nya di perkotaan dan 18,2% di pedesaan. Diperkirakan dari angka ini jumlah ODGJ yang dipasung lebih kurang 57.000 orang.
     Data untuk penderita gangguan jiwa di Kabupaten Bogor sampai Triwulan pertama tahun 2018 adalah sebanyak 2974 kasus. Jika Kabupaten Bogor menggunakan angka estimasi Provinsi Jawa Barat dengan estimasi penderita gangguan jiwa berat 1,6‰ dari jumlah penduduk maka semestinya didapatkan angka sebanyak 5.440 kasus gangguan jiwa berat. Ini adalah merupakan tanggungjawab bersama untuk menemukan/ melaporkan kasus – kasus gangguan jiwa berat ini yang mungkin masih under reported sehingga kita belum mendapatkan data yang lebih akurat.

     Upaya pelayanan kesehatan jiwa di Kabupaten Bogor dilaksanakan secara berjenjang dan komprehensif terdiri dari pelayanan kesehatan dasar dan pelayanan kesehatan rujukan.
Pelayanan kesehatan dasar dilaksanakan terintegrasi dengan pelayanan kesehatan umum di 101 Puskesmas, dan dikembangkan ke jejaring pelayanan kesehatan masyarakat sampai tingkat RT dan RW, rumah perawatan, serta fasilitas pelayanan di luar sektor kesehatan dan Panti rehabilitasi.
Pelayanan kesehatan jiwa rujukan terdiri atas pelayanan kesehatan jiwa di Rumah Sakit Jiwa, pelayanan kesehatan jiwa yang terintegrasi dalam pelayanan kesehatan umum di Rumah Sakit, klinik utama dan praktek dokter Spesialis Jiwa (Psikiater). Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor telah bekerja sama dengan RSUD yang memiliki fasilitas pelayanan spesialis jiwa, yakni RSUD Cibinong dan RSUD Ciawi dan RS, RSUD Leuwiliang dan RS Dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor (RSMM) .
     Program upaya kesehatan jiwa meliputi promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif dengan melibatkan Lintas Sektor dalam pencegahan, penanganan dan penanggulangan kesehatan jiwa di wilayah Kabupaten Bogor.
Upaya upaya yang telah dilakukan antara lain penyebaran media cetak , siaran radio, penyuluhan perorangan, kelompok, keluarga dan masyarakat serta kelompok-kelompok rentan masalah kesehatan jiwa baik di institusi formal maupun non formal sebagai bentuk informasi dan promosi tentang kesehatan jiwa.

Dinas kesehatan Kabupaten Bogor sudah menjalankan Program Inovasi di Puskesmas khususnya untuk Kesehatan Jiwa Masyarakat ini, antara lain :

  1. MOU dengan RSJ Marzuki Mahdi dan 3 RSUD yang memiliki Psikiater dalam hal pendampingan oleh Psikiater ke puskesmas. Pendampingan Psikiater ke puskesmas ini tujuannya mendekatkan pelayanan Dokter Spesialis Jiwa ke masyarakat, penyuluhan kesehatan bagi ODGJ dan pendamping/keluarganya  tentang cara merawat dan menangani masalah kejiwaan diri ataupun keluarga, serta yang terpenting adalah bagaimana  meningkatkan kualitas hidup ODGJ dan keluarganya, serta  diharapkan adanya transfer knowledge dari dokter spesialis jiwa ke dokter umum di Puskesmas.
  2. MOU dengan  RSJ Marzuki Mahdi  untuk ACT (assertive community treatment)
  3. Posyandu Jiwa (pos sejiwa) yg pernah dapat penghargaan se-Jawa Barat pada thn 2016.
  4. Terapi okupasi bagi ODGJ yang sudah dinyatakan sembuh, .kerjasama dgn RSMM
  5. Safari sehat jiwa di Kecamatan Ciawi tahun 2017, Kegiatannya berupa pengobatan massal bagi ODGJ yang dilaksanakan oleh Puskesmas sebagai pelaksana teknis Dinas Kesehatan, bekerja sama dengan RS. DR. H. MARZOEKI MAHDI BOGOR ,Dinas Sosial Kab Bogor beserta jejaringnya, mulai Tingkat Kecamatan, sampai Tingkat Desa. Pada kegiatan tersebut dilakukan pengobatan dan penyuluhan kesehatan jiwa di lokasi kegiatan serta kunjungan rumah, dan evakuasi ke RS. DR. H. MARZOEKI MAHDI BOGOR (RSMM)  untuk perawatan yang lebih intensif
  6. Puskesmas Banjarsari:Penanganan KESWA   dengan  menyediakan Pelayanan Center Kesehatan Jiwa TELEPATI dan NYABA ODGJ berupa kegiatan home visit Pra rawat dan Pasca Rawat RS untuk ODGJ
  7. Puskesmas Cibinong : Kegiatan Remijiwa ( Remainder Minum Obat Pasien dgn Gangguan Jiwa) menggunaka aplikasi Zello dan whats up
  8. Puskesmas Leuwliang melalui pemberdayaan masyarakat yaitu menggerakkan/ mengaktifkan  Kader untuk menjaring pasien ODGJ serta MOU dg dr sp jiwa dr RsMM rutin setiap 3 bulan.dengan slogan KTAWA( Klinik Tata Laksana Jiwa)
  9. Puskesmas Jonggol dengan membentuk masyarakat peduli OGDJ
  10. Puskesmas Jasinga dengan membentuk Laskar ODGJ kerjasama dengan Muspika, PSM, Dinsos dan RSMM mulai dari penjaringan kasus, rujukan kasus serta Ocupational pasca perawatan dengan menerima bantuan modal usaha dari Dinsos
  11. Pembentukan TPKJM Tingkat Kabupaten yang sedang berproses.

     Pelayanan keswa ini akan terus diupayakan peningkatan kualitas layanannya dengan cara:
1. peningkatan kapasitas tenaga kesehatan lewat pelatihan, workshop dan sosialisasi,
2. penyediaan dan pengadaan obat-obatan jiwa di Puskesmas terutama untuk Puskesmas yang aktif menjalankan Program Kesehatan Jiwa Masyarakat (Keswamas) dan melihat jumlah kunjungan pasien jiwanya yang cukup signifikan.
3. Pendampingan Psikiater ini sudah dilaksanakan oleh 16 Puskesmas di Kabupaten Bogor, yaitu Puskesmas Ciomas, Puskesmas Leuwiliang, Puskesmas Pamijahan, Puskesmas Banjarsari, Puskesmas Citapen, Puskesmas Jampang, Puskesmas Cibeuteung Udik, Puskesmas Tenjolaya, Puskesmas Tanjungsari dan Puskesmas Jasinga.

Program Penanganan Pasung juga merupakan salah satu bentuk kegiatan Prioritas sebagai upaya pencapaian Provinsi Jawa Barat Bebas Pasung Tahun 2019.
Jumlah kasus Pasung di Kabupaten Bogor sampai akhir tahun 2017 ada 22 kasus yang tersebar di wilayah kabupaten bogor, semuanya sudah dilakukan evakuasi yang bekerjasama dengan berbagai pihak, antara lain bersama RS Marzuki Mahdi, Dinsos, Aparat Kecamatan/ Desa, Satpol PP, Linmas, IPSM, dan Relawan .
Semua kasus pasung yang ditemukan dirujuk ke RS. DR. H. MARZOEKI MAHDI BOGOR Bogor dengan kerjasama lintas sektor antara lain aparat desa, dinas social melalui IPSM untuk mendapatkan perawatan baik sakit fisik maupun penyakit kejiwaannya.
Pasca rawat di RS. DR. H. MARZOEKI MAHDI BOGOR tidak lanjut pengobatannya adalah dengan rawat jalan kembali ke RS. DR. H. MARZOEKI MAHDI BOGOR maupun di Puskesmas. Semua ini agar tidak terjadi lagi pasung berulang, gejala putus obat dan terciptanya perubahan yang lebih baik bagi kesembuhan penderita.
Untuk penanganan masalah kejiwaan yang disebabkan oleh penyalahgunaan narkotika, psikotropika dan zat berbahaya, juga terus diupayakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor. Tahun 2017 Dinas Kesehatan telah menunjuk Puskesmas Citeureup sebagai Puskesmas tempat layanan Rehabilitasi Rawat Jalan pecandu dan korban penyalahgunaan narkoba, sebagai implementasi pasca pelatihan peningkatan kemampuan petugas dalam bidang Assesment yang bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional ( BNN ) Kabupaten Bogor, sehingga diharapkan adanya peningkatan pemulihan pencandu narkoba melalui layanan rehabilitasi yang komprehensif dan berkesinambungan.

Sumber : dr Yessy. Dinas Kesehatan

Berita Lainnya :

KEGIATAN PEMERIKSAAN KESEHATAN DAN DETEKSI DINI FA... Cibinong 17 February 2017, Loby Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor. Dinas Kesehatan melakukan kegiatan  lintas program yaitu berupa Pemeriksaan Kesehatan...
Kalau Sudah Imunisasi, Tidak Perlu Khawatir Ancama... Dinkes - 02/01/2018. Beberapa bulan  sebelumnya, masyarakat mungkin belum mengenal apa  itu penyakit Difteri. Pemerintah  menyadari  bahwa meningk...
JAMINAN KESEHATAN NASIONAL (JKN) JKN Multi Manfaat MULTI MANFAAT UNTUK SEMUA Jangan mau menjadi sadikin, 'sakit sedikit, langsung miskin'. Karena mereka tak punya biaya berobat,...
MENUJU LANSIA MANDIRI DAN PRODUKTIF DI KABUPATEN B... Cibinong. 31 Mei 2016 - Keberhasilan Pembangunan Kesehatan di Indonesia, berdampak terhadap terjadinya penurunan angka kelahiran, angka kesakitan dan ...


Copy Protected by Chetans WP-Copyprotect.