Kalau Sudah Imunisasi, Tidak Perlu Khawatir Ancaman Difteri

Dinkes – 02/01/2018. Beberapa bulan  sebelumnya, masyarakat mungkin belum mengenal apa  itu penyakit Difteri. Pemerintah  menyadari  bahwa meningkatnya pengetahuan dan kesadaran  masyarakat akan penyakit tersebut,  menimbulkan  kekhawatiran berlebihan akan penularan. Terlebih menjelang  malam pergantian tahun, masyarakat saat ini tengah ragu untuk membeli terompet  tahun baru,  karena berkembang  isu bahwa Difteri  akan menyebar melalui tiupan  terompet tahun baru atau penggunaan alat makan bersama.

Kementerian  Kesehatan  menggaris bawahi  bahwa  pada dasarnya  seseorang  yang telah diimunisasi secara lengkap artinya  memiliki kekebalan  spesifik terhadap penyakit yang dapat dicegah dengan  imunisasi (PD3I), salah satunya Difteri.

”Yang penting itu (riwayat) imunisasinya.  Imunisasi itu bisa mencegah difteri. Kalau sudah imunisasi kan sudah kebal”, tutur Direktur Surveilans dan Kerantina Kesehatan Kemenkes RI, dr. Elizabeth Jane Soepardi, MPH, DSc., saat dihubungi media melalui sambungan telepon di Jakarta, Jumat siang (29/12).

Dijelaskan oleh dr. Jane, bahwa masyarakat tidak diperbolehkan untuk bergantian menggunakan peralatan makan dengan penderita Difteri. Begitu pula dengan penggunaan terompet tahun baru, Kemenkes  menyarankan agar satu terompet diperuntukkan hanya  untuk satu orang, tidak untuk ditiup secara bergantian.

”Menularnya paling kalau digunakan berpindah (bergantian). Ya, itu bisa, karena ludah kita menempel di mulut terompet. Penderita (Difteri) kan tidak boleh tukar menukar peralatan makan, sama saja kan salah satu penyebarannya bisa lewat air liur”, terang dr. Jane.

Ditambahkan oleh dr. Jane,  namun perlu  penelitian untuk dapat membuktikan apakah benar bahwa kuman Difteri  bisa menular dengan cepat dari  semburan ujung terompet. Karena menurutnya, Difteri merupakan penyakit yang mudah menular dengan atau tanpa media terompet sekalipun.

”Penyebaran kuman penyebab Difteri ini sangat mudah, bisa melalui bicara atau bersin (yang tidak ditutup, bisa sejauh 7 meter. Tidak perlu bantuan terompet”,  tandas dr. Jane. Secara khusus kepada masyarakat, dr. Jane mengingatkan  untuk tetap menjaga kebersihan dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, menggunakan masker bila sedang sakit, dan upayakan tidak melakukan kontak dengan penderita Difteri.

Dimasa liburan panjang menjelang tahun baru ini, Kemenkes juga mengingatkan masyarakat agar senantiasa cukup beristirahat, dan memperhatikan asupan cairan dan makanan yang sehat.

Sumber : Kementerian Kesehatan RI

Berita Lainnya :

Pemerintah Jamin Persediaan Vaksin Difteri Mencuku... Dinkes - 04/01/2018. Menyusul adanya kasus difteri dibeberapa daerah, pemerintah memastikan vaksin tersedia dalam jumlah yang cukup. Masyarakat te...
JAMINAN KESEHATAN NASIONAL (JKN) JKN Multi Manfaat MULTI MANFAAT UNTUK SEMUA Jangan mau menjadi sadikin, 'sakit sedikit, langsung miskin'. Karena mereka tak punya biaya berobat,...
Menkes: Difteri Menular, Berbahaya dan Mematikan, ... Saat ini, Indonesia tengah menghadapi Kejadian Luar Biasa (KLB) Difteri di beberapa daerah, termasuk di wilayah ibu kota negara Indonesia, DKI Jakarta...
Kabar Gembira, Kampanye Imunisasi Measles Rubella ... Cibinong, 5 Oktober 2017 Kementerian Kesehatan memberi kesempatan kepada anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi Measles Rubella (MR) kare...


Copy Protected by Chetans WP-Copyprotect.